Minggu, 18 Juli 2010

Kisah Cintaku ma Dia

Aku hanya seorang penulis pemula. Apakah serangkaian kata-kata tanpa makna akan mungkin merubah cerita ini hingga menjadi cerita yang berakhir bahagia? Pelangi itu indah karena mempunyai tujuh warna: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Tetapi hidup ku merasa lebih indah. Sebab, aku mempunyai kekasih seperti Dia…
Memang qUh akui sudah lama aku manaruh hati kepadanya... Awal aq mengenalnya dekat lewat sms, setelah kami sering bertukar cerita,dan bertelpon ria kami semakin dekat dan saling mengenal satu sama lain. Jujur bagiku kehadiran Dia bagaikan spektrum sang surya yang memberiku berjuta warna. Meskipun kenyataannya dia adalah seorang sahabat mantan aq sendiri. Tapi Entahlah, Aku merasa tidak mengerti dengan hati Qu Dan seolah-olah aku tidak tahu kapan cinta itu hadir dalam hatiku dan cinta itu datang begitu cepat. Saat itu Dia datang pada saat dimana aku sedang merasa sangat kehilangan, Di hari-hariku yang sedih dan membosankan, Aku baru saja putus cinta dengan mantan aku sebelumnya. Ada perasaan dalam bentuk kebimbangan yang dulu sama sekali gak pernah aku ngerti...?? Namun semenjak hari itu sangat menyenangkan bagiku dan sesuatu yang indah bagiku ketika ada seseorang yang merespon perasaanku.
Ini sepenggal kisah indahku, 22 september yang lalu awan tengah menyeberangi angkasa yang luas bagai lautan yang tak bertepi. Sedangkan di atas sana angin terus berenang dan matahari sudah mulai ingin kembali ke peraduannya, Pertanda hari pun sudah sore. Pada saat itulah kuungkapkan cintaku pada nya, tanpa membubuh kata-kata gombal di setiap kata yang keluar dari mulutku, walaupun aku seorang penulis yang mempunyai kata-kata indah. Di luar dugaan, cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku tak senasib dengan pria yang pernah ditolak oleh Nya sebelum aku hadir dalam kehidupannya.
Betapa bahagianya hatiku riang & gembira seakan-akan di setiap ruang hatiku ada terselip CintaNya. Semuanya begitu sangat indah, menyenangkan dan menjadi kenangan indah dalam hari-hariku, Jujur Perasaan bahagia menghampiriku hampir setiap hari ketika menjalin cinta dengannya. Namun, Suatu ketika aq harus pergi darinya ke semarang, Untuk kuliah di sana dan untuk mengejar cita-cita Qu. Cinta jarak jauh pun menjadi pilihan. Lalu aku tertegun sejenak… dan berfikir sangguplah jika kita berdua saling mengerti dan memahami. dan juga saling setia, “Itu kuncinya” dia pun nampak sedih dari wajah, Sempat Dia mengingatkan padaku “ingat kita harus selalu setia, jujur n saling percaya..”katanya padaku… so sweet bagiku meskipun itu membuat hatinya sedih. Aq janji tak kan mengecewakan Dia. "Sayang, kapan kamu ada libur semester?" Tanya Nya padaku "bulan februari aq pulang.,mungkin… emangnya kenapa sayang?"tanyaku kembali "Aku maunya kita bersama di saat hari Ulang Tahun kita kan jatuh pada tanggal yang sama, kamu juga harus belajar baik-baik dan semangat n setia padaku” Katanya pada Qu, berharap bisa bersama-sama di saat moment itu. Bagi kami itu adalah hari yang sangat berarti dalam hidup" 1 Februari 1990. Lalu aku menatapnya dan Dia tersenyum padaku "Aku sich akan pulang klo ada libur semester bahkan pengen cepat selesai kuliah, aku pengen ada di dekatmu selalu”. siapa sich yang mau di kampus terus..??" sahutku "Memandang wajahnya, Rasanya qu ingin cepat melamar kamu pada orang Tuamu.
Namun Sejak saat itu kami pun sudah punya komitmen untuk setia jalani hubungan kami. Komunikasi selalu dijaga Sering saling telponan, smsan bahkan menggunakan e-mail, maupun chatting room. Karena menurutku yang terpenting cinta itu selalu membutuhkan perhatian dan komunikasi yang harus terus di bina. Dan meluangkan waktu untuk bercerita dan berbagi informasi tentang kegiatan masing-masing itu adalah penting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar